Sabtu, 06 Juni 2015

Sabtu 6 Juni 2015



Sabtu 6 Juni 2015
Masih tak ada perkembangan  dan kejelasan dari hubungan kami. Masih tak ada kabar dari Yuni. Bahkan mala mini, aku dengar diapun tak pulang kerumahny. Dimana dirimu sekarang sayang? Tersenyum itulah yang aku pelajari hari ini, aku harus kembali belajar untuk tersenyum demi hilangkan kegundahan perasaanku. Meski hati menangis, menjerit dan meronta-ronta ingin diriku tetap bisa tersenyum keapada orang lain itu pikirku.
Sepulang kerja semalam kemalangan kembali menimpaku. Motor yang aku tumpangi tak terasa sudah aku habiskan bahan bakarnya. Aku dorong cukup jauh semalam. Tapi dalam kemalanganku itu telah aku temukan tekad dari dalam diriku. Akan aku temui Yuni untuk meminta kejelasa hubungan kita ini. Entah dia mau marah atau apapun reaksinya aku tak mau berlarut-larut dalam perasaan ini. Akupun ingin bahagia itu yang dikatakan Judika dalam syair lagunya.
Aku tekadkan besok pagi-pagi aku datangi rumahnya tetapi ketika aku Tanya orang tuanya tak ada kabar dari Yuni dan diapun tak pulang kerumah. Semakin bikin merinding batinku. Siksaan ini bertubi-tubi dia jejalkan kedalam diriku. Masih kurang puaskah dia menyiksaku seperti ini? Yah tekadku sudah bulat, akan aku datangi tempat kos Yuni. Apapun reaksi dia aku sudah meminta restu ibuku. Ingin aku dengar penjelasan dari mulutnya apa yang membuat dia berubah sedrastis ini. Akan aku buat pilihan untuknya.
Mungkin besok pula sisi kelam dari dalam diriku yang telah lama aku kuburkan akan aku bangkitkan. Tak peduli apa ingin bagiku tak peduli sepedih apa batinku. Ingin diriku meski sejenak lupakan kesakitan ini. Meski caci dan maki datang dari mulut Yuni tapi bagiku jika itu yang akan menyelesaikan masalah kita dan menenangkan hatiku semua aku terima.
Akupun telah bersiap, jika dia lebih memilih untuk meningggalkanku akan aku datangi bapak dan ibunya untuk mengundurkan maksudku untuk meminangnya. Tapi saat ini masih terusa saja doa demi doa aku panjatkan untuk kelangsungan hubungan kami, untuk keutuhan hubungan kami dan untuk kebersamaan kami. Tapi setidaknya aku telah berusaha. Sabar, itulah yang aku temukan saat ini, sabar tidaklah berarti kita hanya menunggu keajaiban tuhan, tapi semaksimal mungkin bagi kita untuk tetap berusaha.



KATA HATI
Telah aku mantapkan batinku
Meski dengan kepergianmu
Jika itulah yang akan tenangkan perasaan ini
Akan aku jalani kehidupanku
Akan aku tunjukkan kepadamu
Jika aku tidak mau dihinda dan terus menerus kau asingkan
Yang aku tak ma uterus menerus terpuruk seperti ini
Ingin secepatnya aku selesaikan ini
Jika memang pergi itulah kemauanmu
Maka akan aku cari pengganti yang jauh lebih baik dari dirimu
Pasrahku kepada Alloh akan segala doa-doaku
Tapi akupun tetap tak mau terus tersakiti seperti saat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar