Kamis, 04 Juni 2015

Kamis 4 Juni 2015



Kamis 4 Juni 2015
Masih saja tak ada ketenangan dalam hariku. Galau, khawatir masih saja menyelimuti kegiatanku hari ini, tak peduli dari pagi sampai sore. Tapi Alhamdulillah masih ada waktu saaat dimana hatiku benar-benar tentram, ketika aku bersimpuh, menunduk dan berdoa kepada Alloh.
Semalam aku kirim pesan kepada Yuni. Tentu saja melalui teman kerjanya, aku bermaksud mengembalikan apa yang pernah aku pinjam kepada Yuni 2 tahun lalu. Saat itu aku membutuhkan uang buat membeli Karate-Gi (baju karate)sementara punyaku yang lama sudah begitu using dan robek penuh tambalan. Aku pinjam 500 ribu dari Yuni yang saat itu sudah bekerja dan aku masih sibuk dalam urusan kampusku. Ya ini memang sudah lama dan harusnya aku sudah lama juga mengembalikan itu ke Yuni. Tapi apa daya, kesulitan ekonomi menjadi halangan bagiku. Jatah uang bulanan yang 300 ribu perbulan untuk makan dan tidur di Jogja tak bisa bagiku sesegera mengembalikan ke Yuni.

Tapi kali ini pada bulan ke5 ku bekerja, bisa ku kumpulkan uang itu sedikit-demi sedikit karena memang gajiku tidaklah besar. Gaji perbulanku saat ini belum nyampai 1 juta. Masih jauh dibawah UMK dikotaku. Ketika aku Tanya kapan gajiku naik, butuh 6 bulan dari pertama kali aku masuk hingga gajiku bisa memasuki angka 1 juta. Tidaklah cukup besar memang, tapi tak apalah yang penting saku sudah bekerja dan tidak hanya menjadi seorang pengangguran dirumah.
Tak ada kabar dari Pesan yang aku kirim semalam ke temannya Yuni, pagi aku tunggu, siang aku tunggu, hingga siang aku tulis pesan apakah sudah disampaikan ke Yuni, tapi tetap saja tak ada balasan darinya. Semakin bingung aku saat ini, aku hanya punya maksud mengembalikan uang yang pernah aku pinjam agar tak ada yang mengganjal dalam kehidupanku dalam menunggu keputusan Yuni. Tak ada maksud dariku tuk mengganggu Yuni yang katanya meminta waktu tuk tak hubungi aku sampai habis lebaran besok.
Masih tak ada kabar darinya apakah Yuni sedia menemuiku atau tidak. Yah mau bagaimana lagi, itulah usahaku yang bisa aku lakukan saat ini. Sebenarnya tak bisa bagiku untuk member waktu yuni untuk tidak menghubungi aku hingga lebaran nanti. Sungguh berat bagiku. Hanya doa yang bisa aku panjatkan agar Yuni diberi jalan untuk bisa kembali kepadaku. Sudah besar tekatku untuk meminangnya.
“ Ya Alloh tunjukkanlah jalan-Mu kepada hamba, ridhloi semua yang telah hamba usahakan. Ya Alloh izinkanlah hamba menjadi Imamnya Yuni kelak. Dekatkanlah Yuni kepada hamba. Ya Alloh tunjukkanlah jalan-Mu kepada hamba, tunjukkan jalan-Mu kepada Yuni agar Yuni bisa kembali kepada hamba. Ya Alloh dengan segala kerendahan hati hamba, hamba memohon kepadamu tenangkanlah hati hamba, tentramkanlah hati hamba, hilangkanlah perasaan yang mengganjal pada diri hamba. Amiin”
Dan hanya kepada Alloh aku menyerahkan semua urusan ini, aku hanya bisa berusaha semampuku, jika Alloh meridhoi usahaku maka Alloh akan senantiasa mengabulkan setiap doaku.


KATA HATI
Sudah kumantapkan hatiku untukmu
Meski dengan semua kekuranganmu
Cinta sudah membutakan semua rasa sakit yang telah kau coretkan dalam diriku
Dan hanya bisa berdoa bagiku untuk menunggu kembalinya dirimu
Bernadzar adalah jalan utama yang aku pilih saat ini
Begitu besar Nadzarku demi kembalinya dirimu
Semoga Alloh menerima setiap doaku
Semoga Alloh mengabulkan setiap doaku
Semoga Alloh menerima setiap Ibadahku
Karena hanya kepada Alloh aku menyembah
Dan hanya kepada Alloh aku memohon
Dan sudah kumantapkan hati ini apa jawaban yang akan kau keluarkan dari mulutmu
Sudah kupersiapan apa saja dari segala kemungkinan terburukku
Hanya demi dirimu penantian ini aku jalani
Dan hanya kau yang telah menorehkan luka paling dalam dilubuk hatiku
Tapi tak pernah diriku menganggap itu
Karena kebaikanmu yang masih harus aku lihat
Karena aku tak tahu kelak apa yang akan terjadi padaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar