Senin, 27 Januari 2014

Contoh Study Kelayakan


STUDY KELAYAKAN
PENGGEMUKAN SAPI POTONG (PO)

Disusun Oleh :
Basuki
112235
Rusdiyanto
112247
Ucok Sabit Sanjaya
112242
Usman Ariyanto
112254






AKADEMI PETERNAKAN BRAHMAPUTRA
YOGYAKARTA
2013
PENDAHULUAN
Sapi potong merupakan jenis ternak yang mempunyai nilai jual tinggi diantara ternak ternak lainnya. Pada umumnya masyarakat membutuhkan hewan ini untuk dikonsumsi, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan daging yang juga meningkat, oleh karena itu usaha sapi potong merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi tinggi.  
          Saat ini usaha  penggemukan sapi potong biasanya di dominasi oleh peternak besar maupun kecil. Ada juga beberapa peternak perorangan di beberapa pedesaan di Indonesia. Masih sangat jarang perorangan di kota kota besar yang mengalokasikan investasi mereka pada business ini karena mereka mengganggap bisnis ini awam dan tidak memberikan keuntungan yang besar, padahal pada kenyataannya bisnis ini tidak terlalu sulit dan memberikan keuntungan yang cukup besar.
          Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak tradisional dalam peternakan sapi adalah produktivitas ternak sapi yang rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas adalah pemilihan pakan ternak yang tidak sesuai dengan sistem penggemukan sapi modern juga system kebersihan kandang yang kurang baik.
Prospek Investasi Sapi PO
Sapi Peranakan Ongole (sapi PO) sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih. Sapi PO ini merupakan hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih. Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO).
Warna bulu sapi Ongole sendiri adalah putih abu-abu dengan warna hitam di sekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung. Saat mencapai umur dewasa, sapi jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg. Bobot hidup Sapi PO bervariasi, mulai 220 kg hingga mencapai sekitar 600 kg.
Saat ini Sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir. Sesuai dengan induk persilangannya, Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja. Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, sapi ini juga memiliki tenaga yang kuat.
Aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, sedangkan jantannya memiliki kualitas semen yang baik. Keunggulan sapi PO ini antara lain  tahan terhadap panas, terhadap ekto dan endoparasit, pertumbuhan relatif cepat walaupun adaptasi terhadap pakan kurang, serta persentase karkas dan kualitas daging baik.

Study Kelayakan Bag II

Studi kelayakan
Terdiriatas:
  1. Latarbelakang
Proyek dan pemerkasaan
Baru atauperluasan
Produk yg dihasilkan
Bantuan pemerintah/insentip khusus
  1. Pemasaran
Trend
Permintaan yg lalu
Perkiraan permintaan yg ada
Pesaing
Pola distribusi
  1. Produksi
Kapasitas
Sumber bahan baku dan pembantu
Proses produksi
  1. Teknologi
Lokasi
Jenis teknologi, padat modal, tenaga kerja,perekayasaan
Jenis dan jumlah barang modal yang dibutuhkan
  1. SDM
Jumlah dan kualifikasi SDM
Sumber pengadaan tenaga kerja
Program training yang diperlukan

Study Kelayakan Bag 1

MATERI
Study kelayakan
Pengertian
Suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam ttg suatu usaha/bisnis yg akan dijalankan utk mengetahui layak/ tidak bisnis dijalankan.
Faktor2yang mempengaruhi kegagalan usaha:
  1. data/ informasi tdk lengkat
  2. tidak teliti
  3. salah perhitungan
  4. pelaksanaan pekerjaan yang salah
  5. kondisi lingkungan factor kesengajaan
manfaatusaha / bisnis
  1. memperoleh keuntungan
  2. membuka peluang pekerjaan