Selasa, 16 Juni 2015

Selasa 16 Juni 2015

Tak ada lagi rasa takut pada diriku saat ini. Tak lagi aku takut akan ancamannya atau apapun itu. Yang aku takutkan saat ini akan datang cobaan yang jauh lebih besar dari hal-hal kemarin.

Alhamdulillah kini aku kembali pada diriku yang dulu, ketika aku masih kecil yang dimana saat ini masih rajin tuk melantunkan ayat-ayat alquran. Dan sampai saat ini pula doaku untukny masih tetap aku ucapkan sehabis solatku.. Bukanlah doa supaya hal buruk menimpanya, bukanlah itu. Tapi doa agar diriny menjadi lebih baik dan tidaklah terjerumus kedalam hal-hal yang semua orang akan berfikir negatif tentang dirinya.

Banyak kabar miring darinya yang aku sendiri miria mendengarnya. Semoga saja itu tidak benar adanya. Kabar yang aku sendiri tak pernah menyangka jika dia akan menjadi seperti itu. Semoga saja kabar itu hanyalah kabar-kabar yang menyesatkan kewarasanku.

Semoga saja dia masih berada dalam lindungan-Nya. Masihlah dirinya disayang oleh-Mu ya Alloh. Akan aku panjatkan kebahagiaan untuk dirinya, kebahagiaan yang sejati, bukanlah kebahagian yang semu yang hanya ada di dunia ini.

Tak ada kata hati dalam postingan kali ini, karena memang inspirasi itu datang saat kita berada dalam hal yang terpuruk. Mungkin suatu saat nanti akan kembali kutulis itu. Tapi tidaklah saat ini.

Rabu, 10 Juni 2015

11 Juni 2015

Sudah Beberapa Hari tak kutulis kisahku, selasa kemarin 9 Juni tepatnya kudatangi orang tuanya. Kulepas tanggung jawabku atas diri Yuni. apapun yang terjadi pada Yuni sudah bukan urusan Saya. tapi kekhawatiranku atas Yuni ternyata berbuah buruk juga pada diriku. Ada ancaman datng dari pacar barunya karena Yuni dan dia menuduhku telah menghasut orang tuanya. Takut memang, orang nekat banyak saat ini. nah maka dengan adanya ini aku upload semua barang bukti ancaman yang datang dari Ibnu.
Yang aku takutkan dia orang kaya, bisa melakukan apa saja yang dia mau.. jadi tolong jika terjadi sesuatu denganku disinilah kalian bisa menemukan barang bukti karena Ibnulah yang mengancam.
aku kasih pasword filenya. nama panggilan keponakan terkecilku yang jadi paswordnya.
atau filenya juga bisa ditemukan dikomputer tempat kerjaku berada atau di laptop yang ada dirumahku di folder pribadiku.

link :
http://www.mediafire.com/download/ofl2oo1v9yudkt9/Barang_Bukti.rar

Senin, 08 Juni 2015

Senin 8 Juni 2015

Senin 8 Juni 2015
Sudah aku tekadkan untuk tak bersama dirimu lagi. Sekarang bukanlah aku yang akan mengharapkanmu, tapi sumpah serapah dariku yang kau terima dari mulutku. tahukah kau Yuni? sumpah seorang lelaki yang telah berniat baik meminangmu akan menjadi doa yang dikabulkan Alloh. Dan kehidupanmu tidaklah akan lebih bak dari kehidupanku.

Minggu, 07 Juni 2015

Minggu 7 Juni 2015



Minggu 7 Juni 2015
Kemalangan terjadi juga tadi malam, kasusnya sama dengan yang kemarin sungguh menyedihkan, dalam dua malam bahan bakar motor tidak tahu aku habiskan. Tapi aku tidaklah sendiri bersama kawan sekantorku dia pinjam motorku dan kehabisan bensin waktu dekat dengan kantor kerjaku, padahal semalam aku sedang ada tugas luar kantor bersama rekan-rekan sekantorku. Sudah jatuh tertimpa tangga, itu pepatah yang tepat untuk kemalangan semalam, sudah aku isi motor yang aku pinjam dari kakaku itu tak bisa nyala, peluh mengucur dengan derasnya, dan akhirnya mau nyala setelah kesekian lama hingga lelah pada kaki begitu ngilu terasa.

Sabtu, 06 Juni 2015

Sabtu 6 Juni 2015



Sabtu 6 Juni 2015
Masih tak ada perkembangan  dan kejelasan dari hubungan kami. Masih tak ada kabar dari Yuni. Bahkan mala mini, aku dengar diapun tak pulang kerumahny. Dimana dirimu sekarang sayang? Tersenyum itulah yang aku pelajari hari ini, aku harus kembali belajar untuk tersenyum demi hilangkan kegundahan perasaanku. Meski hati menangis, menjerit dan meronta-ronta ingin diriku tetap bisa tersenyum keapada orang lain itu pikirku.
Sepulang kerja semalam kemalangan kembali menimpaku. Motor yang aku tumpangi tak terasa sudah aku habiskan bahan bakarnya. Aku dorong cukup jauh semalam. Tapi dalam kemalanganku itu telah aku temukan tekad dari dalam diriku. Akan aku temui Yuni untuk meminta kejelasa hubungan kita ini. Entah dia mau marah atau apapun reaksinya aku tak mau berlarut-larut dalam perasaan ini. Akupun ingin bahagia itu yang dikatakan Judika dalam syair lagunya.
Aku tekadkan besok pagi-pagi aku datangi rumahnya tetapi ketika aku Tanya orang tuanya tak ada kabar dari Yuni dan diapun tak pulang kerumah. Semakin bikin merinding batinku. Siksaan ini bertubi-tubi dia jejalkan kedalam diriku. Masih kurang puaskah dia menyiksaku seperti ini? Yah tekadku sudah bulat, akan aku datangi tempat kos Yuni. Apapun reaksi dia aku sudah meminta restu ibuku. Ingin aku dengar penjelasan dari mulutnya apa yang membuat dia berubah sedrastis ini. Akan aku buat pilihan untuknya.
Mungkin besok pula sisi kelam dari dalam diriku yang telah lama aku kuburkan akan aku bangkitkan. Tak peduli apa ingin bagiku tak peduli sepedih apa batinku. Ingin diriku meski sejenak lupakan kesakitan ini. Meski caci dan maki datang dari mulut Yuni tapi bagiku jika itu yang akan menyelesaikan masalah kita dan menenangkan hatiku semua aku terima.
Akupun telah bersiap, jika dia lebih memilih untuk meningggalkanku akan aku datangi bapak dan ibunya untuk mengundurkan maksudku untuk meminangnya. Tapi saat ini masih terusa saja doa demi doa aku panjatkan untuk kelangsungan hubungan kami, untuk keutuhan hubungan kami dan untuk kebersamaan kami. Tapi setidaknya aku telah berusaha. Sabar, itulah yang aku temukan saat ini, sabar tidaklah berarti kita hanya menunggu keajaiban tuhan, tapi semaksimal mungkin bagi kita untuk tetap berusaha.



KATA HATI
Telah aku mantapkan batinku
Meski dengan kepergianmu
Jika itulah yang akan tenangkan perasaan ini
Akan aku jalani kehidupanku
Akan aku tunjukkan kepadamu
Jika aku tidak mau dihinda dan terus menerus kau asingkan
Yang aku tak ma uterus menerus terpuruk seperti ini
Ingin secepatnya aku selesaikan ini
Jika memang pergi itulah kemauanmu
Maka akan aku cari pengganti yang jauh lebih baik dari dirimu
Pasrahku kepada Alloh akan segala doa-doaku
Tapi akupun tetap tak mau terus tersakiti seperti saat ini

Jumat, 05 Juni 2015

Jumat 5 Juni 2015



Jumat 5 Juni 2015


Satu minggu sudah tak ada kata sayang dan cinta dari yuni, masih saja tak tahu bagaimana kabar dia disana. Jarak yang bisa ditempuh selama 30 menitpun ternyata bisa terasa terlampau jauh bagiku. Tepat 3 hari setelah tanggal 25 kau mengatakan untukku agar aku meminangmu, tapi ketika aku hendak meminangmu kaupun meminta waktu untuk jauh dariku. Takut menjalar dalam setiap tubuhku, rasa tenanga sudah mulai merambat menguasai hati. Tak ada yang menarik hari ini, hanya saja setiap selesai solat dan membaca alquran hati ini menjadi tenang dan damai. Tapi setiap kali dan semakin banyak aku bercerita tentang masalah ini rasa sakit langsung terasa sekali.

Kamis, 04 Juni 2015

Kamis 4 Juni 2015



Kamis 4 Juni 2015
Masih saja tak ada ketenangan dalam hariku. Galau, khawatir masih saja menyelimuti kegiatanku hari ini, tak peduli dari pagi sampai sore. Tapi Alhamdulillah masih ada waktu saaat dimana hatiku benar-benar tentram, ketika aku bersimpuh, menunduk dan berdoa kepada Alloh.
Semalam aku kirim pesan kepada Yuni. Tentu saja melalui teman kerjanya, aku bermaksud mengembalikan apa yang pernah aku pinjam kepada Yuni 2 tahun lalu. Saat itu aku membutuhkan uang buat membeli Karate-Gi (baju karate)sementara punyaku yang lama sudah begitu using dan robek penuh tambalan. Aku pinjam 500 ribu dari Yuni yang saat itu sudah bekerja dan aku masih sibuk dalam urusan kampusku. Ya ini memang sudah lama dan harusnya aku sudah lama juga mengembalikan itu ke Yuni. Tapi apa daya, kesulitan ekonomi menjadi halangan bagiku. Jatah uang bulanan yang 300 ribu perbulan untuk makan dan tidur di Jogja tak bisa bagiku sesegera mengembalikan ke Yuni.

Rabu, 03 Juni 2015

Rabu 3 JUNI 2015

Rabu 3 Juni 2015, aku yakinkan diriku tuk perlakukan blog ini selayaknya buku diary ku.
Melanjutkan garis besar cerita sebelumnya, pagi ini Yuni mengirimi pesan untukku melimpahkan kemarahannya atas kedatanganku menemui orang tuanya. Tak tahu aku apa masalahnya, yang Yuni katakan hanyalah pesan yang mengatakan aku telah melanggar kesepakatan kita pada pertemuan sebelumnya. kesepakatan yang mana? Kesepakatan yang Yuni sendiri nyatakan tanpa ada kata Ya dari mulutku, apakah itu kesepakatan? Masih saja yuni kira aku mengganggu hidupnya, tak tahu lagi harus kemana aku curahkan rasa sakit ini. setelah ketenangan yang aku terima dari kedua orang tuanya, kini Yuni tambal lagi dengan ganjalan yang begitu besar. Kata-kata dia yang meminta aku beri kesempatan dirinya sampai habis hari raya besok dia mengancam akan menjawab sekarang, yang aku tahu jawaban itu akan lebih menyayat hati dan perasaan seorang pria yang dulunya tak pernah menangis ketika kegagalan cinta.

Selasa, 02 Juni 2015

SALAHKAH AKU?




Ketika aku memulai menulis cerita ini, ini adalah saat dimana aku dalam keadaan keterpurukanku. Aku pun berfikir akankah kisah cintaku berahur seperti orang-orang yang ada didekatku ini?
Kisah ini belumlah berakhir, tanpa ending didalamnya karena kehidupanku haruslah tetap berlanjut dan harus tetap aku jalani dalam keadaan apapun itu. Aku adalah seorang yatim yang sudah dewasa. 23 tahun ketika kumemulai tulisan ini. Aku terlahir dari sebuah kampung yang lumayan jauh dari perkotaan, tidaklah terlampau jauh cukup 30 menit menggunakan kendaraan bermotor untuk sampai kota.
Ini bukanlah kisah cinta seorang yang dari masa lalu, tapi ini adalah kisah cinta yang sering orang bilang cinta monyet atau cinta anak remaja, cinta anak remaja yang kini berlanjut hingga diriku dewasa. Kisah cinta ini entah bagaimana bermula, ingatanku sudah terkuras habis untuk mengingat dirinya. Yuni itulah namanya, tak pernah terpikir olehku akan merasa sakit yang begitu dalam menusuk hati, merobek-robek jiwa hingga tak tahu arah kemana hidupku kan berlalu.
Sebelum aku bercinta dengannya tak pernah terpikir olehku akan timbul rasa dalam diri kita berdua. Bermula ketika dia sebagai kurir cintaku pada masa SMA. Ya cinta monyet yang berakhir dengan kekalahanku pula.