Jumat 5 Juni
2015
Satu minggu
sudah tak ada kata sayang dan cinta dari yuni, masih saja tak tahu bagaimana
kabar dia disana. Jarak yang bisa ditempuh selama 30 menitpun ternyata bisa
terasa terlampau jauh bagiku. Tepat 3 hari setelah tanggal 25 kau mengatakan
untukku agar aku meminangmu, tapi ketika aku hendak meminangmu kaupun meminta
waktu untuk jauh dariku. Takut menjalar dalam setiap tubuhku, rasa tenanga
sudah mulai merambat menguasai hati. Tak ada yang menarik hari ini, hanya saja
setiap selesai solat dan membaca alquran hati ini menjadi tenang dan damai. Tapi
setiap kali dan semakin banyak aku bercerita tentang masalah ini rasa sakit
langsung terasa sekali.
Sepertinya aku
mulai terbiasa saat ini. Itu yang aku takutkan, aku terbiasa tak ada Yuni dalam
keseharianku, dan hatiku teralihkan kepada yang lain. Itu lebih menakutkan
bagiku. Meski setatus hubunganku kini masihlah menggantung, dan meski dalam
setiap doaku adalah untuk kebersamaan kami. Aku tetap takut aku terbiasa disini
tanpa Yuni. Tapi aku tetaplah berharap agar Alloh masih member petunjuk untuk
kemantapan hati Yuni agar Yuni mau kembali kepadaku, hingga kelak menjadi ibu
dari anak-anakku.
Tadi malam
sehabis bekerja, aku sempatkan untuk buka-buka situs untuk mengatasi sakit hati
dengan cara islami. Aku temukan apa yang aku inginkan, dan ternyata semua itu
sudah aku jalani selama ini, solat, membaca Alquran dan berdoa kepada Alloh dan
senantiasa selalu menjaga diri dari najis agar tetap selalu suci.
Meski dalam
keterpurukanku ini timbul rasa syukur dari dalam hatiku, rasa syukur aku bisa
kembali kejalan Alloh yang seharusnya aku jalani dan rasa syukur karena kini
aku benar-benar mengerti arti dari kata sabar. Sabar yang sesungguhnya aku
temukan dari dulu dan sabar agar diriku bisa mengendalikan emosiku. Semenjak aku
merasakan sakit ini, aku menyadari satu hal, aku lebih berani menghadapi apapun
daripada yang dulu-dulu. Tak ada rasa takut dalam hatiku kecuali takut kepaa
Alloh dan takut kehilangan Yuni dari kehidupanku.
Tahukah kalian
apa yang aku takutkan dari kehilangan Yuni dalam hidupku? Aku takut apa yang akan
menimpa Yuni kelak jika Yuni menolak niat baikku untuk meminang dirinya. Bukan dari
cerita tapi kisah ini dialam oleh ke dua kakakku. Kakak yang pertama dulu juga
pernah mengalami apa yang aku alami, ketika kakakku ingin melamarnya sang
wanitapun lebih memilih pergi dari kakakku, dan tak jauh beda dengan kakaku
yang lainnya. Dan tahukah apa yang terjadi saat ini? Disaat kedua kakaku merasa
bahagia, para wanita yang menmilih pergi tadi mereka kembali menghampiri dan
ingin kembali kepada kakaku. Karena nasib mereka kini lebih menyakitkan
daripada yang dialami kakaku. Mereka dan anaknya ditinggalkan dan ditelantarkan
begitu saja oleh suami mereka. Aku tidak mau itu nanti terjadi kepada Yuni. Karena
rasa cintaku begitu besar kepada Yuni.
Tapi kini
bagiku lebih focus dalam 3 hal, yang pertama aku focus untuk menghatamkan
Alquran sebelum Ramadhan tiba nanti, yang kabarnya akan tiba tanggal 18 juni
nanti entah berapa Jus yang sudah aku baca saat ini, dalam sehari 25 halaman
lebih aku baca untuk menghilangkan sakit didalam hati. Yang kedua kini aku focus
untuk menggembleng fisikku, lari minimal 3 kilo bagiku ditambah latihan lainnya
dirumah persiapan nanti ketika aku membutuhkan ini semua. Dan yang terakhir aku
terfokus untuk menyelesaikan masalahku bersama Yuni ini yang selalu aku
panjatkan doa sehabis solatku.
KATA
HATI
Seminggu
sudah tak ada kata sayang dan cinta darimu
Sepertinya
semakin terbiasa bagiku
Meski
diriku masih mengaharapkan semua itu dating dari mulutmu
Ingin
rasanya diriku menemui dirimu disana
30
menit lamanya jarak yang aku butuhkan untung datang kepadamu
Tapi
sepertinya kau tak mau aku menghampirimu
Ya aku
memang harus tetap menunggu
Ingin
rasanya kupeluk tubuhmu
Dan
kau balas dengan pelukan mesra
Ingin
rasanya diriku larut dalam pelukanmu
Tapi
tak tahu akankah itu nayata taukah akan tetap menjadi mimpi
Sayang,
aku merindukanmu
Janganlah
kau lama-lama menghindar dariku
Cepatlah
kau jawab pinanganku sayang…
aku
menunggu untuk kembalinya dirimu sayangku
kembalilah
sayangku..
kita
selesaikan bersama masalah ini sayangku..
Yuni
sayangku begitu besar rasa rinduku untukmu
Ingatkah
dirimu disana akan diriku sayang?
Semoga
tak lupa kau akan kisah kita yang lalu
Ketika
kau peluk erat diriku, Ketika kubalas pelukan dirimu
Ketika
kukecup keningmu
Ketika
eratnya pelukanmu diatas motor pinjaman bersamaku
Sayang
begitu besar rasa Cintaku
I
LOVE U YUNI
Inilah Alquran yang menemaniku dalam amarahku, yang tentramkan hatiku semoga Alloh menerima doa-doaku, mengabulkan semua permintaanku dan menyatukan kembali aku dengan YUNI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar