Kamis, 17 Desember 2015

Move On?

"Masihkah aku mencintainya?"
Kalimat itu yang selalu ada dalam pikiranku, yang entah apa jawaban dari pertanyaan itu. Mencintai dia? Mungkin masih ada rasa cinta yang bisa aku rasakan. Masihlah berdegup keras jantungku ketika mendengar namanya, melihat fotonya bahkan masih terasa sakitnya ketika teringat akan perjuanganku dulu yang sia-sia.

Tapi benar sudah tak bisa aku bersamanya. Salah bukan tak bisa, tapi tidak mau atau tak ingin sedikitpun aku kembali bersamanya. Mungkin mimpi-mimpi yang dia tanamkan dulu masihlah terngiang ditelinga. Tapi mimpi hanyalah mimpi, tak akan dan tak ingin mimpi itu jadi kenyataan.
Ketika orang bilang “Mve On” bisakah aku move on? Sepertinya sulit, karena hingga kini semua cinta dari masa laluku masihlah ada kadang teringat dan terlintas dalam mimpiku. Ingin rasanya segera aku temukan perempuan baru, perempuan yang bisa untuk menyandarkan perasaan senang, sedih, gundah dan perasaan-perasaan campur aduk lainnya.
Sudah aku temukan wanita yang aku suka, tapi mungkinkah dia wanita yang tepat untukku? Itu yang hingga saat ini selalu menjadi momok untukku menemukan cinta baru. Memang aku tak bisa melupakan masa laluku, karena bagiku masalalu tidaklah untuk dilupakan. Tapi bagiku masa lalu adalah bagian dari hidupku, bagian dari setiap inchi kehidupan yang akan menjadi pembelajaran. Hidup adalah belajar, itu yang harus kita jalani. Jadikan semua pengalaman sedih, gembira, pahit ataupun manis sebagai pelajaran.
Harus segera aku temukan siapa dirinya yang sesungguhnya, yang tepat menemaniku, tepat untuk bersanding denganku. Hidupku adalah sebuah perjalanan panjang yang tak mungkin semua jalan itu lurus dan terang, jalan kehidupan adalah jalan yang terjal, berkelok dan terkadang bisa menjadi gelap yang akan memaksa kita menemukan secercah titik terang yang akan menjadi penerang dalam setiap kelokan yang tak bercahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar