"Masihkah
aku mencintainya?"
Kalimat itu yang
selalu ada dalam pikiranku, yang entah apa jawaban dari pertanyaan itu. Mencintai
dia? Mungkin masih ada rasa cinta yang bisa aku rasakan. Masihlah berdegup
keras jantungku ketika mendengar namanya, melihat fotonya bahkan masih terasa
sakitnya ketika teringat akan perjuanganku dulu yang sia-sia.
Tapi benar sudah
tak bisa aku bersamanya. Salah bukan tak bisa, tapi tidak mau atau tak ingin
sedikitpun aku kembali bersamanya. Mungkin mimpi-mimpi yang dia tanamkan dulu
masihlah terngiang ditelinga. Tapi mimpi hanyalah mimpi, tak akan dan tak ingin
mimpi itu jadi kenyataan.
Ketika orang
bilang “Mve On” bisakah aku move on? Sepertinya sulit, karena hingga kini semua
cinta dari masa laluku masihlah ada kadang teringat dan terlintas dalam
mimpiku. Ingin rasanya segera aku temukan perempuan baru, perempuan yang bisa
untuk menyandarkan perasaan senang, sedih, gundah dan perasaan-perasaan campur
aduk lainnya.
Sudah aku
temukan wanita yang aku suka, tapi mungkinkah dia wanita yang tepat untukku? Itu
yang hingga saat ini selalu menjadi momok untukku menemukan cinta baru. Memang aku
tak bisa melupakan masa laluku, karena bagiku masalalu tidaklah untuk
dilupakan. Tapi bagiku masa lalu adalah bagian dari hidupku, bagian dari setiap
inchi kehidupan yang akan menjadi pembelajaran. Hidup adalah belajar, itu yang
harus kita jalani. Jadikan semua pengalaman sedih, gembira, pahit ataupun manis
sebagai pelajaran.
Harus segera
aku temukan siapa dirinya yang sesungguhnya, yang tepat menemaniku, tepat untuk
bersanding denganku. Hidupku adalah sebuah perjalanan panjang yang tak mungkin
semua jalan itu lurus dan terang, jalan kehidupan adalah jalan yang terjal,
berkelok dan terkadang bisa menjadi gelap yang akan memaksa kita menemukan secercah
titik terang yang akan menjadi penerang dalam setiap kelokan yang tak
bercahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar